Support service
×

Simple moving average

Bentuk termudah moving average (MA) adalah Simple Moving Average, SMA. Jenis indikator analisis ini digambarkan dengan kurva pada grafik harga, tugas utamanya adalah untuk menyamakan (atau menyaring) perubahan harga, sehingga menunjukkan kecenderungan harga utama untuk satu pasangan mata uang. Kurva SMA memperkirakan gafik harga. Untuk dapat mengerti kurva ini, penting untuk diingat prinsip dari perencanaannya. Untuk titik waktu tertentu sepanjang poros-x dalam proses konstruksi, sejumlah titik terkini diperhitungkan, tergantung dari koefisien penghalusan yang terpilih. Nilai (harga) dari semua titik dikumpulkan, dan hasilnya dibagi dengan koefisien. Oleh karena itu, dari sudut pandang matematika, SMA adalah rata-rata aritmatika. Sebagian besar aplikasi analisis teknik membuat kurva SMA secara otomatis, tapi formula matematika untuk perencanaan tetap perlu dipahami. Untuk nilai koefisien penghalusan dalam formula matematika untuk SMA adalah:

SMA = (P(n) + P(n-1) + … + P(1)) / n,

Jika P(n) – adalah harga penutupan dari jangka waktu terkini, P(n-1) – harga penutupan dari jangka waktu trading sebelumnya dan seterusnya.

Semakin besar koefisien penghalusan membuat periode trading sebelumnya semakin diperhitungkan, dan semakin datar kurvanya. Sebagaimana yang terlihat dari formula, tiap titik-n adalah sama pentingnya dalam penggambaran kurva SMA. Artinya untuk titik waktu tertentu (dari periode trading) harga terkini sama pentingnya dengan beberapa harga sebelumnya. Jadi, semakin besar nilai koefisiennya, semakin sedikit kurva SMA mempertimbangkan grafik harga. Kurva dengan koefisien yang lebih besar, dapat memperlihatkan tren jangka panjang, tren dengan koefisien yang lebih kecil – dapat memperlihatkan tren jangka pendek. Dengan sudut inklinasi (kecenderungan) kurva, kekuatan ( kecepatan) pasar dapat diamati. Terkadang, dalam membangun kurva untuk analisis bersama dengan harga penutupan dan harga pembukaan, harga rendah dan tinggi digunakan.

Kurva SMA memungkinkan prediksi perubahan nilai mata uang karena kurva SMA mencerminkan pergerakan harga. Semakin besar koefisien penghalusan SMAnya, semakin datar kurvanya. Semakin datar kurva maka semakin lambat reaksinya terhadap perubahan harga pasar. Oleh karena itu, manganalisa SMA dengan koefisien tinggi, beresiko melewati peluang bagus untuk masuk atau keluar dari pasar, yang dapat berakibat pada hilangnya profit. Sebaliknya, semakin kecil koefisien SMA, semakin kurang datar kurvanya. Kurva yang kurang datar lebih cepat merespon perubahan harga pasar. Tapi menganalisa SMA dengan koefisien rendah, beresiko kepada pengambilan keputusan yang terlalu cepat mengenai masuk atau keluar dari pasar dan membuka kerugian, karena indikator ini lebih dipengaruhi oleh gangguan statistik-tombak harga yang disengaja. Tombak seperti ini terjadi di Forex, ketika indikator ekonomi penting dari analisis fundamental diumumkan, atau pada saat intervensi penting peserta pasar. Jadi, terdapat kompromi antara pembukaan posisi yang tepat waktu dan pembukaan posisi yang salah.

Kurva SMA efisien ketika tren tertentu telah membentuk di pasar. Jika tidak ada tren, dan trading tetap di dalam jangkauan horisontal, kurva SMA dapat memberikan banyak sinyal yang salah, oleh karena itu tidak masuk akal untuk menggunakan mereka. Seringkali, untuk dapat mencapai sebuah keputusan, semua kurva dianalisa bersamaan, ketika sejumlah kurva dengan koefisien yang berbeda turut digunakan. Diperbolehkan untuk menganalisa sudut inklinasi kurva, persilangan (inter-crossing) dan melewati grafik harga mereka, arah (naik atau turun), ketika crossing dan sejumlah faktor lainnya terjadi. Beberapa faktor, merujuk di awal, konfirmasi atau akhir dari gejala seperti berikut ini:


kekuatan tren bull ditetapkan, jika grafik harga diatas kurva SMA, dan kekuatan tren bear ditetapkan, ketika grafik harga dibawah kurva ini

Pembalikan ke atas kurva SMA dengan inklinasi positif dari grafik harga menandakan sinyal-beli, pembalikan turun dengan inklinasi negatif dari grafik harga berarti sinyal-jual.

Harga kurva yang melewati kurva SMA dalam arah menurun (dengan inklinasi keduanya negatif), dibaca sebagai sinyal-jual, Harga kurva yang melewati kurva SMA dengan arah naik (dengan inklinasi positif keduanya) dibaca sebagai sinyal-beli.

Kurva SMA panjang yang melewati ke atas kurva SMA pendek dibaca sebagai sinyal beli dan begitu pula sebaliknya.

memperkirakan kurva SMA mana yang diarahkan ke atas atau ke bawah, jenis tren ditentukan: naik, turun (jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang).

Waktu dimana terdapat pemisahan besar dua kurva SMA dengan parameter berbeda, dibaca sebagai sinyal untuk potensi perubahan tren.

Kurva SMA memiliki satu kekurangan penting, yaitu semua harga yang menyusunnya adalah sama bebannya. Akan lebih masuk akal untuk memberikan beban lebih pada harga terkini dan beban yang lebih sedikit pada harga yang bertahan lama. Pendekatan semacam ini memungkinkan penghindaran masalah dari grafik harga dengan analisis perubahan harga kilasan, yang sudah didiskusikan sebelumnya. Perubahan semacam ini dapat lebih mempengaruhi titik waktu terkini dari kurva SMA, dan kurang mempengaruhi titik waktu berikutnya. Pendekatan ini ditunjukkan dalam indikator Exponential dan Weighted.

Isi formulir di bawah ini:

Apa penilaian Anda terhadap bantuan yang diterima?

Komentar:

tidak dibutuhkan

Feedback Anda sangat penting bagi kami.
Terima kasih telah mengisi survei online kami.

smile""