Support service
×

Trading Pullback

Pada umumnya pelaku pasar terbagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok memiliki metode trading-nya sendiri. Sulit untuk mengenali rasio beragam metode yang digunakan. Namun, kami menganggap sebagian besar trader berpegang teguh pada trading pullback meskipun ini strategi yang cukup berisiko. 

Pullback adalah peristiwa yang pasti terjadi, karena pasar tidak bisa terus menerus naik atau turun. Pertumbuhan pasti disertai oleh penurunan dan sebaliknya. Untuk menentukan potensi pullback di charttrader perlu menganalisis pasar dengan hati-hati dengan bantuan elemen yang berbeda. Dalam hal ini, analisa teknikal klasik dengan variasi elemennya dapat membantu.

Seperti yang Anda lihat, masalahnya cukup besar. Untuk mengembangkan dan menerapkan setiap metode trading, penting untuk memiliki pengetahuan analisis pasar yang memadai. Dalam hal analisis pasar dengan menggunakan strategi trading pullbacktrader perlu untuk memilih dengan cermat elemen-elemen spesifik analisis teknikal dan mengatur parameter elemen-elemen ini dengan benar.

Masalah dalam teori pullback adalah setiap reversal terhadap tren terkini dapat diartikan oleh trader sebagai pullback. Namun, sebenarnya pembalikkan tren mungkin saja terjadi, sehingga definisinya agak tidak jelas. Seluruhnya bergantung pada pendekatan individual Anda.

Strategi trading pullback yang paling sederhana dan efektif adalah lakukan pembelian dekat level support. Garis anda sendiri dan moving average dapat digunakan sebagai level support. Selain itu, Anda dapat menggunakan satu moving average atau gabungannya. Moving average dan level support bekerja dengan bagi dalam strategi ini, sehingga tidak masalah jika Anda memilih salah satunya. Pertanyaannya adalah periode apa yang dapat ditetapkan untuk moving average.

Jika anda lihat pertanyaanya lebih teliti, setiap trader menginginkan profit yang lebih besar. Namun, intinya adalah untuk meraih  besar, trader harus menggunakan timeframe yang lebih panjang. Pertama, hal ini akan memberi kesempatan untuk memiliki lebih banyak kepercayaan di level support. Kedua, hal ini memungkinkan trader meraih lebih banyak profit. Jika demikian, maka strategi dalam timeframe yang lebih panjang harus diperhatikan. Oleh karena itu, saat menentukan parameter moving average, direkomendasikan untuk memilih nilai dari 50 ke atas. Untuk setiap pasangan mata uang, Anda perlu memilih nilai moving average yang berbeda.

Sekarang, mari bahas strategi pullback.

Hal utama yang harus dilakukan adalah menetapkan kesesuaian antara chart harian dan mingguan. Ambilah chart mingguan dari beberapa pasangan mata uang dan tentukan arah tren yang sesuai dengan rmoving average. Parameter moving average harus ditetapkan, mengingat fitur salah satu pasangan mata uang. Contohnya ada moving average 50, 100, dan 200. Selain itu, buatlah level support dan resistance.

Kedua, penting untuk menghubungkan tren mingguan dengan harian. Seringkali dalam strategi trading ini para trader menggunakan level retracement Fibonacci. Hal ini memberikan kesempatan untuk menentukan level support tersembunyi jika terbentuk pullback harga. Masalahnya, meskipun tampak sederhana, pendekatan ini cukup sulit dan trading dengan menggunakan teori ini menjadi lebih rumit.

Kesulitannya, Anda harus menentukan level retracement dengan benar. Itu sebabnya Anda harus berhati-hari saat menentukan level ini. Umumnya, level retracement yang lebih dalam dapat lebih diandalkan. Jadi, agar aman, disarankan untuk mengikuti level retracement 62%. Perlu dipastikan bahwa level ini sesuai dengan moving average yang seharusnya berada di area level ini.

Pastikan juga untuk menggunakan komponen tambahan dari analisis teknikal. Saat menggunakan strategi yang dijelaskan, Anda dapat menggunakan RSI dan Stochastic. Saat harga membentuk pullback ke level support, disarankan untuk memperhitungkan nilai indikator ini, misalnya Stochastic. Garis indikator yang berada di area overbought akan menjadi sinyal bagus untuk reversal. Selain itu, ketika Anda menganalisis situasi, analisis candlestick Jepang bekerja dengan baik. Candlestick bullish di titik terendah pullback juga membuat sinyal ini lebih signifikan.

Terakhir, Anda harus membuka posisi hanya jika semua elemen mengikuti dinamika yang sama. Dengan demikian, harga harus mencapai level support, sedangkan indikator Stochastic harus menembus area overbought. Terlebih, candlestick bullish harus terbentuk di area potensi reversal. Biasanya, waktu yang paling tepat untuk membuka posisi adalah saat Anda melihat candlestick yang mengkonfirmasi asumsi Anda, dalam kasus kami candlestick bullish.

Strategi trading ini digunakan banyak trader. Keunggulan strategi ini memiliki kinerja yang sama baiknya saat tren naik maupun turun. Satu faktor lagi yang mendukung strategi ini adalah analisis timeframe yang lebih besar. Tentu saja, kami tidak ingin mengatakan bahwa strategi ini sama sekali tidak efektif pada timeframe jangka pendek, namun, sebagian besar trader lebih suka menggunakannya dalam jangka waktu yang lebih lama. Jika Anda ingin menerapkan strategi ini dalam trading intraday, Anda harus mencari parameter yang efektif untuk semua elemen yang Anda gunakan.

Isi formulir di bawah ini:

Thank you! Is there anything you would like to add?

How would you rate the answer you received?

Leave your comment (optional)

Feedback Anda sangat penting bagi kami.
Terima kasih telah mengisi survei online kami.

smile""