empty
 
 

17.06.202503:55:16UTC+00Yen Tetap Melemah Setelah BOJ Tidak Mengubah Kebijakan

Yen Jepang terus mengalami penurunan, mendekati angka 145 terhadap dolar AS pada hari Selasa, menandai sesi kerugian ketiga berturut-turut. Penurunan ini terjadi setelah keputusan Bank of Japan untuk mempertahankan suku bunga kebijakannya di 0,5%, sesuai dengan prediksi pasar. Bank tersebut juga mempertahankan rencananya saat ini untuk mengurangi obligasi pemerintah Jepang hingga Maret 2026, tetapi menunjukkan kesediaan untuk memodifikasi strategi jika diperlukan. Para pembuat kebijakan berhati-hati saat mereka mengevaluasi efek inflasi dari kenaikan harga minyak dan mencari wawasan yang lebih baik tentang kebijakan perdagangan AS. Tekanan lebih lanjut pada yen muncul dari laporan bahwa Perdana Menteri Shigeru Ishiba dan Presiden AS Donald Trump tidak mencapai kesepakatan tarif selama KTT G7 di Kanada. Sementara itu, dolar AS menguat secara keseluruhan karena meningkatnya kekhawatiran geopolitik dan inflasi. Dalam pembaruan terbaru, Presiden Trump menyerukan evakuasi penuh dari Teheran sebagai tanggapan terhadap serangan udara Israel yang sedang berlangsung, menekankan bahwa Iran seharusnya menyetujui kesepakatan nuklir yang diusulkannya.

  • Grand Choice
    Contest by
    InstaForex
    InstaForex always strives to help you
    fulfill your biggest dreams.
    GABUNG KONTES
  • Chancy Deposit
    Isi akun Anda sebesar $3000 dan dapatkan $10000 lebih banyak!
    Pada Januari kami mengundi $10000 dalam promo Chancy Deposit!
    Dapatkan kesempatan untuk menang dengan melakukan deposit sebesar $3000 pada akun trading Anda. Setelah memenuhi persyaratan ini, Anda telah menjadi partisipan promo.
    GABUNG KONTES
  • Trade Wise, Win Device
    Top up akun anda dengan dana minimal $500, daftar kontes, dan dapatkan peluang untuk memenangkan perangkat seluler.
    GABUNG KONTES
  • 30% Bonus
    Raih bonus 30% setiap kali anda top up
    DAPATKAN BONUS


Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.
Widget callback