empty
 
 

23.02.202607:41:09UTC+00Imbal Hasil Obligasi AS 10 Tahun Turun karena Kekhawatiran Tarif

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,07% pada hari Senin, memangkas kenaikan pekan lalu seiring ketidakpastian baru terkait kebijakan perdagangan AS yang mendorong permintaan aset safe haven. Pada hari Sabtu, Presiden Donald Trump mengatakan akan menaikkan bea global baru yang diumumkan sebesar 10% menjadi 15%, langkah yang diambil setelah Mahkamah Agung AS memutuskan untuk membatalkan tarif resiprokal luas yang ia terapkan.

Pengumuman tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa perjanjian perdagangan yang sudah ada antara AS dan mitra-mitranya dapat berada di bawah tekanan, meskipun pejabat senior AS menegaskan bahwa kesepakatan yang berlaku saat ini akan tetap dipertahankan. Pasar awalnya menyambut baik putusan Mahkamah Agung pada hari Jumat, namun ketidakpastian yang meningkat terkait langkah Trump berikutnya segera mengikis optimisme mengenai tarif yang lebih rendah dan kemungkinan pengembalian pembayaran.

Dari sisi data, investor akan mencermati rilis pesanan barang tahan lama AS dan pesanan pabrik pada hari Senin untuk mendapatkan indikasi baru tentang kekuatan momentum ekonomi yang mendasari.

  • Grand Choice
    Contest by
    InstaForex
    InstaForex always strives to help you
    fulfill your biggest dreams.
    GABUNG KONTES
  • Chancy Deposit
    Isi akun Anda sebesar $3000 dan dapatkan $1000 lebih banyak!
    Pada Februari kami mengundi $1000 dalam promo Chancy Deposit!
    Dapatkan kesempatan untuk menang dengan melakukan deposit sebesar $3000 pada akun trading Anda. Setelah memenuhi persyaratan ini, Anda telah menjadi partisipan promo.
    GABUNG KONTES
  • Trade Wise, Win Device
    Top up akun anda dengan dana minimal $500, daftar kontes, dan dapatkan peluang untuk memenangkan perangkat seluler.
    GABUNG KONTES
  • 30% Bonus
    Raih bonus 30% setiap kali anda top up
    DAPATKAN BONUS


Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.
Widget callback