empty
 
 

17.04.202606:03:03UTC+00Saham Selandia Baru Ditutup Turun 1,2%

Indeks acuan New Zealand, S&P/NZX 50, turun 160 poin atau 1,2% dan ditutup di level 12.906 pada hari Jumat, melanjutkan pelemahan sesi sebelumnya dan menyentuh level terendah sejak 2 April menjelang rilis data inflasi kuartal I pekan depan. Sikap hati-hati mendominasi setelah data terbaru menunjukkan harga bensin dan diesel melonjak masing-masing 18,6% dan 42,6% pada Maret, mencerminkan dampak konflik di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran tentang tekanan inflasi yang kembali menguat serta potensi implikasinya terhadap prospek kebijakan RBNZ. Pelemahan tersebut sebagian tertahan oleh kenaikan pada kontrak berjangka AS, yang didukung oleh optimisme seputar upaya perdamaian AS-Iran setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. Seluruh sektor berakhir di zona merah, dipimpin oleh utilitas dan layanan kesehatan. Penurunan signifikan antara lain dialami oleh Ryman Healthcare (-3,9%), Meridian Energy (-3,0%), Contact Energy (-1,7%), Freightways Group (-1,6%), Fisher & Paykel Healthcare (-1,4%), Infratil (-1,1%), dan Ebos Group (-0,7%). Secara mingguan, indeks turun 2,1%, menghapus kenaikan yang tercatat pada pekan sebelumnya.

  • Grand Choice
    Contest by
    InstaForex
    InstaForex always strives to help you
    fulfill your biggest dreams.
    GABUNG KONTES
  • Chancy Deposit
    Isi akun Anda sebesar $3000 dan dapatkan $1000 lebih banyak!
    Pada April kami mengundi $1000 dalam promo Chancy Deposit!
    Dapatkan kesempatan untuk menang dengan melakukan deposit sebesar $3000 pada akun trading Anda. Setelah memenuhi persyaratan ini, Anda telah menjadi partisipan promo.
    GABUNG KONTES
  • Trade Wise, Win Device
    Top up akun anda dengan dana minimal $500, daftar kontes, dan dapatkan peluang untuk memenangkan perangkat seluler.
    GABUNG KONTES
  • 30% Bonus
    Raih bonus 30% setiap kali anda top up
    DAPATKAN BONUS


Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.
Widget callback