empty
 
 

02.09.202613:32:38UTC+00Kenaikan Harga Minyak Mentah Terhenti

Harga minyak mentah kembali turun di bawah $90 per barel pada hari Rabu, menghentikan reli dua sesi yang sebelumnya telah mendorong harga ke level tertinggi enam minggu. Pelaku pasar menimbang meningkatnya risiko pasokan akibat berlanjutnya konflik di Timur Tengah terhadap indikasi bahwa arus minyak mentah ke pasar global sebagian besar masih tetap terjaga.

AS melancarkan serangan tambahan terhadap Iran dan memperingatkan kemungkinan tindakan yang lebih keras. Media Iran melaporkan serangan terhadap beberapa target di dekat Selat Hormuz, sementara Teheran mengklaim telah menghantam aset-aset AS di Bahrain, Yordania, Kuwait, dan Irak.

Terlepas dari meningkatnya ketegangan, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan bahwa 17 juta barel minyak melewati Selat Hormuz pada hari Senin, volume harian tertinggi sejak konflik dimulai. Pada saat yang sama, Presiden AS Trump menyatakan bahwa ia “tidak peduli” apakah Iran setuju pada kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Rangkaian serangan terbaru, yang dimulai awal pekan ini dan merupakan yang pertama dalam hampir satu bulan terakhir, semakin mempersulit upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik tersebut.

  • Grand Choice
    Contest by
    InstaForex
    InstaForex always strives to help you
    fulfill your biggest dreams.
    GABUNG KONTES
  • Chancy Deposit
    Isi akun Anda sebesar $3000 dan dapatkan $3000 lebih banyak!
    Pada September kami mengundi $3000 dalam promo Chancy Deposit!
    Dapatkan kesempatan untuk menang dengan melakukan deposit sebesar $3000 pada akun trading Anda. Setelah memenuhi persyaratan ini, Anda telah menjadi partisipan promo.
    GABUNG KONTES
  • Trade Wise, Win Device
    Top up akun anda dengan dana minimal $500, daftar kontes, dan dapatkan peluang untuk memenangkan perangkat seluler.
    GABUNG KONTES
  • 30% Bonus
    Raih bonus 30% setiap kali anda top up
    DAPATKAN BONUS


Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.
Widget callback